ARIF RESI

Selamat Datang di Blog Arif Resi

"sebuah harapan...
dengan cara sederhana"
Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Desember 2010

Hubungan Perilaku Mobilisasi Dini dengan Volume Perdarahan pada Ibu Post Partum di BPS Soniah Rengging Pecangaan Jepara


Program Studi Ilmu Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Cendekia Utama Kudus
Juli, 2010


ABSTRAK


Bambang Sutrisno
Hubungan antara perilaku mobilisasi dini dengan volume perdarahan pada ibu post partum di BPS Soniah Desa Rengging Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara

Perdarahan post partum merupakan penyebab kematian maternal terbanyak. WHO menunjukkan bahwa 25 % kematian maternal disebabkan karena perdarahan. Angka kematian ibu bersalin skala nasional berkisar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Di Kabupaten Jepara dari 24 kematian ibu bersalin tahun 2009, 4 orang (16.6 %) karena perdarahan. Fenomena tersebut karena ibu post partum masih menganut perilaku, kaidah, norma serta tradisi budaya di masyarakat yang bertentangan dengan standar asuhan keperawatan ibu paska bersalin.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku mobilisasi dini dengan volume perdarahan pada ibu post partum di BPS Soniah Desa Rengging Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif analitik dengan korelasi. Dengan pengambilan sampel jenuh / total populasi ibu post partum di BPS Soniah Desa Rengging Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara pada blan Mei 2010. Variabel yang diteliti adalah perilaku mobilisasi dini sebagai variabel bebas, sedangkan volume perdarahan pada ibu post partum sebagai variabel terikat. Data dianalisis secara univariat dan bivariat yaitu menggunakan uji Chi Kuadrat.

Berdasarkan hasil uji Chi Kuadrat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara perilaku mobilisasi dini dengan volume pedarahan pada ibu post partum di BPS Soniah Desa Rengging Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara dengan korelasi sebesar 28.386 (p=0,000).

Diharapkan pada pelaksana pelayanan kesehatan khususnya perawat dapat membantu dalam perubahan perilaku pada ibu post partum, khususnya pada mobilisasi paska persalinan.

Kata kunci       : Perilaku, Mobilisasi Dini dan Volume Perdarahan

Hubungan Berat Badan Lahir dengan Ruptur Perineum pada Primigravida di BPS Ita Kristina Kepuk Bangsri Jepara


Program Studi Ilmu Keperawatan
Stikes Cendekia Utama Kudus
Skripsi, Agustus 2010

ABSTRAK

AVIKA ELIANITA
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA PRIMIGRAVIDA DI BIDAN PRAKTEK SWASTA
ITA KRISTIANA DESA KEPUK KECAMATAN BANGSRI
KABUPATEN JEPARA
xvi + 42 halaman + 6 tabel + 2 gambar + 9 lampiran

Latar belakang : Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, eklamsia, partus lama dan komplikasi abortus. Perdarahan merupakan penyebab angka kematian ibu terbanyak. Perdarahan bisa dihindari dengan mengurangi resiko ruptur perineum akibat berat badan lahir bayi.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Ita Kristiana desa Kepuk kecamatan Bangsri kabupaten Jepara.
Metode : Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik, metode yang digunakan survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang melahirkan di BPS Ita Kristiana pada bulan Mei sebanyak 48 orang, menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 43. Penelitian ini mencari korelasi berat badan lahir dengan ruptur perineum. Instrumen menggunakan chek list derajat ruptur perineum dari Midwifery Manual of Maternal Care and Varney’s Midwifery. Analisis statistic menggunakan uji kendall’s tau.
Hasil : Berat badan lahir bayi yang dilahirkan ibu bersalin primigravida di BPS Ita Kristiana Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Tahun 2010 sebagian besar adalah berat badan lebih sebanyak 27 bayi (62,8%), dengan nilai rata-rata : 3723,6. Ruptur perineum pada ibu bersalin primigravida yang melahirkan di BPS Ita Kristiana sebagian besar adalah ruptur tingkat 1 sebanyak 15 responden (34,9%). Ada hubungan yang bermakna/signifikan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum pada ibu bersalin primigravida di BPS Ita Kristiana Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Tahun 2010 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai r = 0,656 menunjukkan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi kuat.
Saran : Masyarakat khususnya keluarga dengan ibu hamil diharapkan melakukan pemeriksaan rutin pada saat kehamilan, karena ibu akan mendapatkan pengetahuan agar dapat mengurangi resiko terjadinya ruptur perineum pada saat persalinan.

Kata kunci : Berat badan lahir, ruptur perineum
Referensi : 18 (1993-2009)

Nyeri Pemasangan Infus di Lengan dan Punggung Tangan

PERBEDAAN SKALA NYERI PEMASANGAN INFUS DI LENGAN DAN PUNGGUNG TANGAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS BATEALIT JEPARA


Oleh : Arif K.

Pemasangan infus merupakan tindakan dalam keperawatan yang paling sering dilakukan, nyeri yang timbul berbeda pada setiap pasien. Pemilihan pemasangan infus umumnya dilakukan di punggung tangan dan lengan dengan pertimbangan di daerah tersebut pembuluh darah vena tampak jelas, dangkal, mudah diraba, pembuluh darah lurus tidak berkelok, serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari (Activity Daily Life).
Tujuan : Mengetahui perbedaan skala nyeri pemasangan infus di lengan dan punggung tangan pada pasien rawat inap di Puskesmas Batealit Jepara.
Jenis Penelitian : deskritif analitik dengan pendekatan observasional cross sectional terhadap skala nyeri pemasangan infus di lengan dan punggung tangan. Populasi pasien rawat inap di Puskesmas Batealit bulan Mei-Juni 2010 dengan accidental sampling 80 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan SOP pemasangan infus, chek list dan skala nyeri Bourbanis. Analisis menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi <0,05.
Skala nyeri pemasangan infus di lengan pada pasien rawat inap di Puskesmas Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2010 sebagian besar adalah nyeri sedang sebanyak 39 responden (48,7%). Skala nyeri pemasangan infus di punggung tangan pada pasien rawat inap di Puskesmas Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2010 sebagian besar adalah nyeri ringan sebanyak 33 responden (41,2%). Ada perbedaan yang signifikan skala nyeri pemasangan infus di lengan dan punggung tangan pada pasien rawat inap di Puskesmas Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2010 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05).
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dan prosedur tindakan yang baku dalam pelaksanaan dan pemilihan lokasi pemasangan infus terhadap pasien rawat inap di Puskesmas Batealit.

Sabtu, 25 Desember 2010

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Hubungan Seksual di Polindes Kebonagung Grobogan


TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER TIGA TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL DI POLINDES KEBONAGUNG GROBOGAN
Nunung Istriana[1], Anny Rosiana M[2].

ABSTRAK
Latar Belakang: Data yang ada di Polindes Kebonagung Grobogan pada tanggal 1 Maret 2006 sampai 30 April 2006, ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Polindes Kebonagung ada 30 orang. Primipara berjumlah 10 orang, sedangkan multipara berjumlah 20 orang. Menurut usia kehamilan, ibu hamil trimester satu ada 5 orang, trimester dua ada 10 orang dan ibu hamil trimester 3 berjumlah 15 orang. Dari jumlah tersebut peneliti melakukan studi awal dalam bentuk wawancara. Dari 10 orang responden didapatkan 7 orang ibu hamil trimester tiga menyatakan takut dan enggan melakukan aktivitas hubungan seksual dengan pasangannya, sedangkan 3 orang tidak memberikan respon. Alasan utama ibu hamil trimester tiga takut melakukan hubungan seksual adalah adanya perasaan khawatir bayinya akan tertekan sehingga bisa menyebabkan kelahiran dini atau kematian. Dari alasan tersebut belum bisa disimpulkan sejauhmana tingkat pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang hubungan seksual. Maka penulis nerasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang fenomena tersebut.
Tujuan Penelitian: diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang hubungan seksual
Metode Penelitian: Studi deskriptif, sampel sebanyak 15 orang dari total populasi 15 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh, hasil dikategorikan dalam bentuk persentase, tingkat pengetahuan tinggi >66.67%, sedang 33.24-66.67%, dan rendah <33.34%.
Hasil: distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang hubungan seksual yang terbanyak adalah kategori sedang sebanyak 12 responden, sebagian besar tingkat pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang hubungan seksual adalah mempunyai tingkat pengetahuan sedang (80 %).
Kesimpulan: tingkat pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang hubungan seksual di Polindes Kebonagung Grobogan adalah tingkat pengetahuan sedang (80%)
Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, ibu hamil trimester tiga, hubungan seksual


[1] Mahasiswa Akkes Muhammadiyah Kudus Prodi Keperawatan
[2] Pembimbing Artikel Penelitian

Tingkat Kepatuhan Perawat Tentang Pemakaian Sarung Tangan dalam Implementasi Ganti Balut di RS PKU Muhammadiyah Gubug


TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT TENTANG PEMAKAIAN SARUNG TANGAN DALAM IMPLEMENTASI GANTI BALUT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GUBUG TAHUN 2006
Tutiek Handayani[1], Noor Hidayah [2].

ABSTRAK
Latar Belakang: Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug belum ada data tertulis mengenai infeksi nosokomial, namun data awal yang ada menunjukkan bahwa penggunaan sarung tangan tidak sebanding dengan jumlah yang tersedia. Selama bulan Mei tahun 2006 di ruang perawatan tersedia 60 pasang sarung tangan, namun hanya terpakai 21 pasang, dan sisanya sejumlah 39 pasang tidak terpakai. Observasi yang dilakukan peneliti di Ruang Al Ikhlas terhadap 10 orang perawat selama bulan Juli tahun 2006 menunjukkan dari 10 orang tersebut hanya 6 orang perawat yang melakukan tindakan ganti balut menggunakan sarung tangan, sedangkan sisanya 4 orang tidak menggunakan. Dengan alasan tersebut maka penulis melakukan penelitian tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006.
Tujuan Penelitian: diketahuinya tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006.
Metode Penelitian: Studi deskriptif, sampel sebanyak 25 orang dengan teknik pengambilan secara total sampling dari populasi sebanyak 25 orang, hasil dikategorikan dalam bentuk persentase, tingkat kepatuhan tinggi >80%, sedang 60-80%, dan rendah <60%.
Hasil: distribusi frekuensi tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006 yang terbanyak adalah kategori sedang sebanyak 19 responden, sebagian besar tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug selama tahun 2006 adalah mempunyai tingkat kepatuhan sedang (76 %).
Kesimpulan: tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006 adalah sedang, yaitu 76%.
Kata Kunci : Tingkat kepatuhan, perawat, ganti balut.


[1] Mahasiswa Akkes Muhammadiyah Kudus Prodi Keperawatan Tahun 2006
[2] Pembimbing Artikel Penelitian

Motivasi Masyarakat Melakukan MCK di Belik di Desa Bringin 5/2 Batealit Jepara


STUDI  DESKRIPTIF  TENTANG  MOTIVASI  MASYARAKAT
MELAKUKAN MCK DI BELIK DI DESA BRINGIN
RT 05 RW 02 KECAMATAN BATEALIT
KABUPATEN JEPARA 
TAHUN 2006

Arif Kurniawan[1], Dewi Hartinah[2]


ABSTRAK

Latar Belakang : Data di Puskesmas Batealit menunjukkan dalam semester pertama 2005 menunjukkan bahwa angka kesakitan menunjukkan peningkatan dibanding semester kedua 2004. Penyakit kulit menempati urutan ke-5 dari jumlah penyakit yang ada di unit rawat jalan, yaitu sebanyak 552 kasus. Dari jumlah tersebut 10 % (55 kasus) diderita pasien yang beralamat di desa Bringin. Di desa Bringin, Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, sebagian besar dari mereka masih banyak yang melakukan MCK di Belik dan beranggapan bahwa kebiasaan MCK di Belik bukan merupakan suatu masalah, disamping karena nyaman juga tidak membutuhkan biaya. Dari survei awal terhadap 10 (sepuluh) warga desa Bringin yang diambil secara acak pada bulan Desember 2005, semuanya mengatakan sudah terbiasa melakukan MCK di Belik. 9 (sembilan) orang diantaranya tidak memiliki tempat MCK di rumah. Semuanya menyatakan alasan melakukan MCK di Belik karena mahalnya biaya untuk membuat sumur dan keadaan air di Belik yang relatif bersih.

Tujuan Penelitian : Diketahuinya motivasi masyarakat melakukan MCK di Belik di Desa Bringin RT 05 RW 02 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Metode Penelitian : Studi deskriptif, sampel sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan secara purposive random sampling dari populasi sebanyak 57 orang, hasil dikategorikan dalam bentuk prosentase, motivasi rendah 0-33 %, motivasi sedang 34-66 %, motivasi tinggi 67-100 %

Hasil : Motivasi masyarakat melakukan MCK di belik di desa Bringin RT 05 RW 02 kecamatan Batealit kabupaten Jepara tahun 2006 adalah motivasi tinggi sebanyak 30 orang (60 %) dan motivasi sedang sebanyak 20 orang (40 %)

Kesimpulan : Motivasi masyarakat melakukan MCK di belik di desa Bringin RT 05 RW 02 kecamatan Batealit kabupaten Jepara tahun 2006 adalah motivasi tinggi.

Kata Kunci : Motivasi, MCK, Belik


[1] Mahasiswa Program Khusus D III Keperawatan Akkes Muhammadiyah Kudus Tahun 2005/2006
[2] Pembimbing Artikel Penelitian