ARIF RESI

Selamat Datang di Blog Arif Resi

"sebuah harapan...
dengan cara sederhana"

Sabtu, 25 Desember 2010

Tingkat Kepatuhan Perawat Tentang Pemakaian Sarung Tangan dalam Implementasi Ganti Balut di RS PKU Muhammadiyah Gubug


TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT TENTANG PEMAKAIAN SARUNG TANGAN DALAM IMPLEMENTASI GANTI BALUT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GUBUG TAHUN 2006
Tutiek Handayani[1], Noor Hidayah [2].

ABSTRAK
Latar Belakang: Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug belum ada data tertulis mengenai infeksi nosokomial, namun data awal yang ada menunjukkan bahwa penggunaan sarung tangan tidak sebanding dengan jumlah yang tersedia. Selama bulan Mei tahun 2006 di ruang perawatan tersedia 60 pasang sarung tangan, namun hanya terpakai 21 pasang, dan sisanya sejumlah 39 pasang tidak terpakai. Observasi yang dilakukan peneliti di Ruang Al Ikhlas terhadap 10 orang perawat selama bulan Juli tahun 2006 menunjukkan dari 10 orang tersebut hanya 6 orang perawat yang melakukan tindakan ganti balut menggunakan sarung tangan, sedangkan sisanya 4 orang tidak menggunakan. Dengan alasan tersebut maka penulis melakukan penelitian tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006.
Tujuan Penelitian: diketahuinya tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006.
Metode Penelitian: Studi deskriptif, sampel sebanyak 25 orang dengan teknik pengambilan secara total sampling dari populasi sebanyak 25 orang, hasil dikategorikan dalam bentuk persentase, tingkat kepatuhan tinggi >80%, sedang 60-80%, dan rendah <60%.
Hasil: distribusi frekuensi tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006 yang terbanyak adalah kategori sedang sebanyak 19 responden, sebagian besar tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug selama tahun 2006 adalah mempunyai tingkat kepatuhan sedang (76 %).
Kesimpulan: tingkat kepatuhan perawat tentang pemakaian sarung tangan dalam implementasi ganti balut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug tahun 2006 adalah sedang, yaitu 76%.
Kata Kunci : Tingkat kepatuhan, perawat, ganti balut.


[1] Mahasiswa Akkes Muhammadiyah Kudus Prodi Keperawatan Tahun 2006
[2] Pembimbing Artikel Penelitian

Motivasi Masyarakat Melakukan MCK di Belik di Desa Bringin 5/2 Batealit Jepara


STUDI  DESKRIPTIF  TENTANG  MOTIVASI  MASYARAKAT
MELAKUKAN MCK DI BELIK DI DESA BRINGIN
RT 05 RW 02 KECAMATAN BATEALIT
KABUPATEN JEPARA 
TAHUN 2006

Arif Kurniawan[1], Dewi Hartinah[2]


ABSTRAK

Latar Belakang : Data di Puskesmas Batealit menunjukkan dalam semester pertama 2005 menunjukkan bahwa angka kesakitan menunjukkan peningkatan dibanding semester kedua 2004. Penyakit kulit menempati urutan ke-5 dari jumlah penyakit yang ada di unit rawat jalan, yaitu sebanyak 552 kasus. Dari jumlah tersebut 10 % (55 kasus) diderita pasien yang beralamat di desa Bringin. Di desa Bringin, Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, sebagian besar dari mereka masih banyak yang melakukan MCK di Belik dan beranggapan bahwa kebiasaan MCK di Belik bukan merupakan suatu masalah, disamping karena nyaman juga tidak membutuhkan biaya. Dari survei awal terhadap 10 (sepuluh) warga desa Bringin yang diambil secara acak pada bulan Desember 2005, semuanya mengatakan sudah terbiasa melakukan MCK di Belik. 9 (sembilan) orang diantaranya tidak memiliki tempat MCK di rumah. Semuanya menyatakan alasan melakukan MCK di Belik karena mahalnya biaya untuk membuat sumur dan keadaan air di Belik yang relatif bersih.

Tujuan Penelitian : Diketahuinya motivasi masyarakat melakukan MCK di Belik di Desa Bringin RT 05 RW 02 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Metode Penelitian : Studi deskriptif, sampel sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan secara purposive random sampling dari populasi sebanyak 57 orang, hasil dikategorikan dalam bentuk prosentase, motivasi rendah 0-33 %, motivasi sedang 34-66 %, motivasi tinggi 67-100 %

Hasil : Motivasi masyarakat melakukan MCK di belik di desa Bringin RT 05 RW 02 kecamatan Batealit kabupaten Jepara tahun 2006 adalah motivasi tinggi sebanyak 30 orang (60 %) dan motivasi sedang sebanyak 20 orang (40 %)

Kesimpulan : Motivasi masyarakat melakukan MCK di belik di desa Bringin RT 05 RW 02 kecamatan Batealit kabupaten Jepara tahun 2006 adalah motivasi tinggi.

Kata Kunci : Motivasi, MCK, Belik


[1] Mahasiswa Program Khusus D III Keperawatan Akkes Muhammadiyah Kudus Tahun 2005/2006
[2] Pembimbing Artikel Penelitian